Murid mampu menentukan fungsi organ pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah pada tubuh manusia melalui kegiatan diskusi kelompok dengan penuh antusias.
murid dapat merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkanya dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya melalui kegiatan diskusi secara tepat.
Arab-Latin: Yā banī ādama khużụ zīnatakum 'inda kulli masjidiw wa kulụ wasyrabụ wa lā tusrifụ, innahụ lā yuḥibbul-musrifīn
Artinya: Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Pertemuan ke I Proyek membuat model sederhana pencernaan 3x pertemuan
Proyek: Membuat Poster atau Model Sederhana "Sistem Organ Tubuh Manusia Sehat"
A. Menentukan Pertanyaan Mendasar (Start with the Essential Question) 1. Murid mengamati gambar atau video tentang gangguan pada sistem pencernaan yang disajikan oleh guru
2. Murid melakukan tanya jawab dengan bimbingan guru sebagai pertanyaan pematik seperti: "Mengapa manusia memiliki sistem pencernaan, ? Bagaimana cara menjaga agar sistem organ tersebut tetap sehat?"
3. Murid mengamati, memberikan tanggapan, dan menghubungkan dengan pengalaman sehari-hari.
B. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project) 4. Murid membentuk kelompok untuk membuat poster atau model sederhana yang memuat fungsi organ pencernaan,urutan organ pencernaan penyakit yang terdapat pada organ pencernaan serta cara menjaga kesehatannya.
5. Murid berdiskusi untuk menentukan bentuk proyek, membagi tugas, dan merancang isi proyek.
C. Menyusun Jadwal Proyek (Create a Schedule) 6. Murid menyepakati jadwal pelaksanaan proyek mulai dari pengumpulan informasi, penyusunan desain, pembuatan produk, hingga presentasi hasil dengan bimbingan guru.
7. Murid menyusun jadwal kerja kelompok agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu dengan dibimbing oleh guru.
D. Memonitor Pelaksanaan Proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project) 8. Setiap kelompok dibimbing oleh guru selama proses pengerjaan proyek, memberikan arahan, pertanyaan penguatan, dan umpan balik apabila ditemukan kendala.
9. Murid mencari informasi melalui buku atau sumber belajar lainnya, berdiskusi untuk menentukan fungsi organ pencernaan,kemudian menyusun poster atau model secara kolaboratif dengan penuh antusias didampingi oleh guru.
E. Menguji Hasil Proyek (Assess the Outcome) 10. Setiap kelompok mempresentasikan poster atau model yang telah dibuat di depan kelas.
11. Murid menjelaskan fungsi organ pencernaan serta mengaitkannya dengan kebiasaan hidup sehat.
12. Murid memberikan pertanyaan, tanggapan, dan masukan terhadap hasil proyek dengan bimbingan guru.
6. Mengevaluasi Pengalaman Belajar (Evaluate the Experience) 13. Guru memandu kegiatan refleksi dengan mengajukan pertanyaan seperti, "Apa pengetahuan baru yang kalian peroleh?", "Bagaimana cara menjaga kesehatan sistem organ tubuh?", dan "Apa manfaat bekerja sama dalam menyelesaikan proyek?"
14. Murid menyampaikan hasil refleksi secara lisan maupun tertulis serta menyimpulkan pentingnya menjaga kesehatan sistem pencernaan melalui pola hidup sehat.
Produk Akhir: Poster atau model sederhana tentang sistem organ tubuh manusia yang memuat fungsi organ pencernaan serta cara menjaga kesehatannya.
Video Proyek membuat simulasi organ pencernaan
pertemuan ke II
A. Orientasi Peserta Didik pada Masalah
Murid menyimak gambar atau video tentang seorang anak yang mengalami batuk berkepanjangan dan sesak napas akibat sering terpapar asap rokok dan polusi udara yang disajikan oleh guru.
Murid melakukan tanya jawab yang disajikan oleh guru sebagai pertanyaan pemantik, seperti: "Mengapa anak tersebut mengalami gangguan pernapasan? Organ pernapasan apa saja yang bekerja saat kita bernapas? Bagaimana cara menjaga agar organ pernapasan tetap sehat?"
Murid mengamati permasalahan, menyampaikan pendapat awal, dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu dipelajari untuk menyelesaikan masalah.
B. Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar
Murid membentuk ke dalam beberapa kelompok dan membagikan LKPD yang berisi permasalahan serta petunjuk kegiatan. Setiap kelompok diminta mencari informasi mengenai urutan organ pernapasan manusia, fungsi setiap organ, penyakit yang dapat menyerang sistem pernapasan, serta cara menjaga kesehatan organ pernapasan.
Murid berdiskusi, membagi tugas, dan menyusun rencana penyelesaian masalah dengan bimbingan guru.
C. Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok
Murid mencari informasi dari buku, gambar, atau sumber belajar lainnya dengan bimbingan guru.
Murid mengidentifikasi urutan organ pernapasan (hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, dan alveolus), fungsi setiap organ, berbagai penyakit pada sistem pernapasan seperti influenza, asma, bronkitis, pneumonia, dan tuberkulosis (TBC), serta cara menjaga kesehatan sistem pernapasan. Berdasarkan informasi tersebut, murid menganalisis penyebab gangguan yang terjadi pada permasalahan dan merumuskan solusi yang tepat.
D. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya mengenai urutan organ pernapasan, fungsi setiap organ, penyakit yang dapat menyerang sistem pernapasan, serta upaya menjaga kesehatan organ pernapasan sebagai solusi terhadap permasalahan yang diberikan.
Kelompok lain memberikan pertanyaan, tanggapan, dan saran sehingga terjadi diskusi yang aktif.
Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang sudah tampil dengan tepuk hebat.
E. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
Guru bersama murid mengevaluasi solusi yang telah disampaikan dan memberikan penguatan terhadap konsep yang benar. Guru kemudian memandu refleksi melalui pertanyaan seperti: "Apa yang akan kalian lakukan untuk menjaga kesehatan organ pernapasan?" dan "Mengapa kita harus menghindari asap rokok dan polusi udara?" Murid menyampaikan hasil refleksi serta menyimpulkan bahwa menjaga pola hidup sehat, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, menggunakan masker saat udara berdebu, dan menghindari asap rokok merupakan cara menjaga kesehatan sistem pernapasan.
Guru menyajikan simulasi bahayanya dari asap rokok
Pertemuan III
Sintaks Inquiry Learning
A. Orientasi Masalah
Murid Mengamati gambar atau video tentang seseorang yang mudah lelah, mengalami tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung yang disajikan oleh guru.
Murid melakukan tanya jawab dengan guru mengajukan pertanyaan pemantik, seperti: "Mengapa darah harus terus mengalir ke seluruh tubuh? Apa yang terjadi jika jantung tidak bekerja dengan baik?" Murid mengamati fenomena dan menyampaikan pendapat awal.
B. Pengumpulan Data (Verifikasi)
Murid membentuk ke dalam kelompok dan mereka mencari informasi melalui buku, gambar, atau video pembelajaran mengenai organ peredaran darah (jantung, pembuluh darah, dan darah), fungsi setiap organ, serta proses peredaran darah besar dan kecil, penyakit dalam peredaran darah, dan cara hidup sehat dengan bimbingan guru.
Murid mengerjakan LKPD dengan bimbingan guru.
Murid mencatat informasi yang diperoleh untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan.
C. Pengumpulan Data Melalui Eksperimen
Murid melakukan penyelidikan sederhana, misalnya mengukur denyut nadi sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik ringan (berjalan di tempat atau lompat kecil selama satu menit) dengan bimbingan guru.
Murid mencatat hasil pengamatan, membandingkan perubahan denyut nadi, kemudian menghubungkannya dengan fungsi jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
D. Pengorganisasian dan Formulasi Eksplanasi
Murid mengolah hasil pengamatan dan informasi yang telah diperoleh. Selanjutnya setiap kelompok menyusun penjelasan mengenai fungsi organ peredaran darah, proses peredaran darah, penyakit atau gangguan pada sistem peredaran darah, serta cara menjaga kesehatan sistem peredaran darah.
Hasil diskusi dipresentasikan di depan kelas dan ditanggapi oleh kelompok lain.
E. Analisis Proses Inquiry
Murid dengan bimbingan guru menganalisis hasil penyelidikan dan menarik kesimpulan mengenai pentingnya sistem peredaran darah bagi kehidupan manusia.
Murid melakukan refleksi dengan menjelaskan kebiasaan yang akan diterapkan untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, seperti berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari rokok, cukup istirahat, dan menjaga berat badan ideal.
Bahan Bacaan
A. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan merupakan sistem organ yang berfungsi mengolah makanan menjadi zat gizi yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan, dan perbaikan jaringan. Urutan organ pencernaan dimulai dari mulut, kerongkongan (esofagus), lambung, usus halus, usus besar, rektum, hingga anus. Selain itu terdapat organ tambahan yaitu hati, kantung empedu, dan pankreas yang membantu proses pencernaan.
Mulut merupakan tempat pertama masuknya makanan. Di dalam mulut, makanan dikunyah oleh gigi dan dicampur dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase) untuk mulai mencerna karbohidrat. Selanjutnya makanan masuk ke kerongkongan yang berfungsi menyalurkan makanan menuju lambung melalui gerakan peristaltik. Di lambung, makanan diaduk, dihancurkan, dan dicerna menggunakan asam lambung serta enzim pepsin untuk mencerna protein. Setelah itu makanan menuju usus halus yang berfungsi melanjutkan proses pencernaan sekaligus menyerap zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Sisa makanan kemudian masuk ke usus besar yang berfungsi menyerap sisa air dan membentuk feses dengan bantuan bakteri baik. Feses disimpan sementara di rektum sebelum dikeluarkan melalui anus. Organ tambahan seperti hati menghasilkan cairan empedu untuk membantu mencerna lemak, kantung empedu menyimpan empedu, sedangkan pankreas menghasilkan enzim pencernaan dan hormon insulin.
Beberapa penyakit yang sering menyerang sistem pencernaan adalah gigi berlubang, sariawan, maag (gastritis), GERD atau asam lambung naik, diare, sembelit, cacingan, hepatitis, sirosis hati, dan diabetes melitus.
Untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, tubuh membutuhkan makanan bergizi. Pepaya mengandung enzim papain yang membantu melancarkan pencernaan. Pisang menjaga kesehatan lambung dan membantu melancarkan buang air besar. Apel kaya serat sehingga membantu membersihkan usus. Sayuran hijau seperti bayam dan kangkung membantu memperlancar kerja usus karena mengandung serat yang tinggi. Oatmeal membantu mencegah sembelit dan menjaga kesehatan usus. Yogurt mengandung probiotik yang menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus. Tempe merupakan sumber protein sekaligus probiotik alami yang baik untuk pencernaan. Selain itu, air putih sangat penting untuk membantu penyerapan zat gizi, memperlancar proses pencernaan, dan mencegah sembelit.
B. Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan berfungsi mengambil oksigen dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai sisa metabolisme tubuh. Urutan organ pernapasan dimulai dari hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, hingga alveolus yang terdapat di dalam paru-paru.
Udara pertama kali masuk melalui hidung yang berfungsi menyaring debu, menghangatkan, dan melembapkan udara. Udara kemudian melewati faring menuju laring yang merupakan tempat pita suara sekaligus jalur udara menuju trakea. Trakea berfungsi menyalurkan udara ke bronkus dan memiliki silia yang membantu menyaring debu serta kuman. Bronkus membawa udara menuju paru-paru kanan dan kiri, kemudian bercabang menjadi bronkiolus yang menyalurkan udara ke alveolus. Alveolus merupakan gelembung-gelembung kecil di paru-paru yang menjadi tempat pertukaran oksigen dengan karbon dioksida antara udara dan darah.
Gangguan pada sistem pernapasan yang sering terjadi antara lain flu, sinusitis, faringitis, laringitis, bronkitis, asma, pneumonia, tuberkulosis (TBC), dan emfisema.
Agar organ pernapasan tetap sehat, tubuh membutuhkan makanan yang kaya vitamin dan antioksidan. Jeruk membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena kaya vitamin C. Jambu biji mengandung vitamin C yang sangat tinggi sehingga baik untuk menjaga kesehatan paru-paru. Wortel mengandung beta-karoten yang diubah menjadi vitamin A untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan. Brokoli kaya antioksidan yang membantu melindungi paru-paru dari kerusakan. Bayam mengandung vitamin A, vitamin C, dan zat besi yang mendukung fungsi paru-paru. Ikan salmon, tuna, dan sarden mengandung omega-3 yang membantu mengurangi peradangan pada paru-paru. Jahe dapat membantu melegakan saluran pernapasan, sedangkan bawang putih membantu melawan bakteri dan virus penyebab infeksi. Selain itu, air putih membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan sehingga lendir lebih mudah dikeluarkan.
C. Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah berfungsi mengedarkan oksigen, zat gizi, hormon, dan sari makanan ke seluruh tubuh serta membawa karbon dioksida dan zat sisa metabolisme untuk dikeluarkan. Peredaran darah manusia terdiri atas peredaran darah kecil dengan urutan bilik kanan → arteri pulmonalis → paru-paru → vena pulmonalis → serambi kiri, dan peredaran darah besar dengan urutan bilik kiri → aorta → seluruh tubuh → vena kava → serambi kanan.
Jantung merupakan organ utama yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Arteri membawa darah keluar dari jantung menuju seluruh tubuh. Kapiler merupakan pembuluh darah yang sangat kecil dan menjadi tempat pertukaran oksigen, nutrisi, dan zat sisa dengan sel-sel tubuh. Setelah itu darah kembali ke jantung melalui vena. Darah sendiri berfungsi mengangkut oksigen, zat makanan, hormon, dan antibodi untuk menjaga kesehatan tubuh.
Beberapa penyakit yang sering menyerang sistem peredaran darah antara lain anemia, hipertensi, varises, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, gagal jantung, hemofilia, dan leukemia.
Untuk menjaga kesehatan sistem peredaran darah, tubuh memerlukan makanan bergizi. Bayam kaya zat besi dan asam folat yang membantu pembentukan sel darah merah. Ikan laut mengandung omega-3 yang menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Alpukat mengandung lemak sehat yang membantu menurunkan kolesterol jahat. Tomat mengandung likopen yang membantu melindungi jantung. Buah bit membantu melancarkan aliran darah. Kacang-kacangan mengandung protein, serat, dan lemak sehat yang membantu menjaga tekanan darah. Oatmeal membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Jeruk mengandung vitamin C yang membantu menjaga elastisitas pembuluh darah. Delima mengandung antioksidan yang melindungi pembuluh darah dari kerusakan. Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh yang membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah, sedangkan air putih membantu menjaga volume darah dan memperlancar sirkulasi darah ke seluruh tubuh.
Kesimpulan
Sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah saling bekerja sama untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Sistem pencernaan mengubah makanan menjadi zat gizi, sistem pernapasan menyediakan oksigen yang dibutuhkan tubuh, sedangkan sistem peredaran darah mengedarkan oksigen dan zat gizi ke seluruh sel tubuh. Ketiga sistem tersebut harus dijaga dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, berolahraga secara teratur, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghindari kebiasaan merokok agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.
Free Printable Soal Pilihan Ganda Sistem Pencernaan Manusia.pdf
soal latihan sumatif harian materi organ pencernaan