Praktik pembelajaran STEM mendukung kemampuan kecakapan abad 21 yaitu sebagai komintem dari kelas kolaborasi 6A dan 6B SDS Muhammadiyah Bojonggede, Seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreatif dan kemampuan berpikir komputasi. Sebagai upaya dan komitmen tersebut muge school melaksakan pembelajaran STEM untuk menghadapi tantangan global seperti kemampuan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari serta cara berpikir pemecahan masalah terhadap isu perubahan iklim dan isu lingkungan.
Kegiatan ini diadakan di SDS Muhammadiyah Bojonggede , serta dilaksakan disemua level di satuan penddikan. kegiatan ini mulai dari semester 2 pada tahun pelajaran 2025/2026. Pada pentas pekan raya STEM diadakan pada tanggal 20 juni 2026. Kegiatan pelatihan STEM ini diadakan pada murid fase ABC, Kegiatan ini didukung oleh guru dan orang tua SDS Muhammadiyah Bojonggede. Pada kegiatan ini disanpaikan oleh Bapak Muhamad Syarif Hidayatulloh, M.Pd beliau menyatakan bahwa pada kegiatan ini diharapkan pertama meningkatkan literasi dan numerasi disatuan pendidikan melihat indonesia masih diurutan 69 dari 81 negara. Selanjutnya pada kegiatan ini juga melatih murid untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari serta menumbuhkan rasa ingin tahu murid. Pada kegiatan ini juga menintegrasikan beberapa mapel.
Kegiatan ini dapat berhasil atas dukungan murid, guru dan orang tua SDS Muhammadiyah Bojonggede. Pada kegiatan dapat dilaksanakan dengan dukungan dari program kurikulum yang telah dirancang. Selanjutnya guru memberikan ruang diskusi dan memberikan informasi kepada orang tua murid. Pada tahap selanjutnya guru-guru dan murid juga mendapatkan pengalaman tentang praktik STEM yang diimplementasikan di SDIT Suwarna. Pada kegiatan kombel juga guru SDS Muhammadiyah Bojonggede mendapatkan pelatihan dari Universitas Pakuan Bogor Ibu Yulianti, M.Pd membahas bagaimana praktik STEM dalam kehidupan sehari-hari yang kontekstual dan bermakna. Setelah mendapatkan beragam pengalaman guru menyusun perangkat ajar STEM yang dapat dimplementasikan di kelas.
Pembelajaran STEM di kelas VI SD Muhammadiyah Bojonggede menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna melalui pemanfaatan sumber energi air sebagai energi alternatif. Dengan pendekatan yang berpusat pada murid, peserta didik diajak mengidentifikasi permasalahan di lingkungan sekitar, berdiskusi, merancang solusi, melakukan percobaan, hingga mempresentasikan hasil karya mereka. Pembelajaran yang disajikan secara kontekstual ini mendorong murid menjadi pembelajar aktif yang mampu menghubungkan konsep sains dengan kehidupan nyata.
Pada kegiatan tersebut, murid kelas VIA mengembangkan berbagai alat sains sederhana, seperti kendaraan bertenaga air, eskavator sederhana, dan model jembatan bertenaga air. Sementara itu, murid kelas VIB di bawah bimbingan Bu Isharyani, M.Pd, guru kelas VIB, berhasil membuat pembangkit listrik sederhana berbasis energi air serta mobil sederhana yang dilengkapi sensor. Seluruh proyek dirancang melalui proses kolaborasi, eksplorasi, dan uji coba sehingga murid tidak hanya memahami konsep STEM, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta pemecahan masalah.
Menurut Bu Iis, guru kelas VIB, pembelajaran STEM melalui Kelas Kolaborasi menjadi sarana bagi murid untuk belajar bersama, saling bertukar ide, dan menciptakan solusi atas permasalahan nyata di sekitarnya. "Harapannya, pengalaman belajar ini tidak hanya membekali ananda dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan saat ini, tetapi juga menumbuhkan karakter kolaboratif, inovatif, peduli terhadap lingkungan, serta siap menghadapi tantangan masa depan. Melalui Kelas Kolaborasi, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menginspirasi setiap murid untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat."