Dokumentasi dalam pembelajaran bukan sekadar kumpulan foto, video, atau catatan kegiatan, melainkan jejak berharga yang merekam proses tumbuh kembang peserta didik. Melalui dokumentasi, setiap langkah belajar, usaha, kolaborasi, dan pencapaian siswa dapat terlihat dan dihargai. Dokumentasi menjadi sarana refleksi bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang menghubungkan sekolah dengan orang tua. Dengan dokumentasi, sebuah proses belajar yang mungkin terlupakan oleh waktu dapat tetap hidup, menginspirasi, dan menjadi bukti bahwa setiap pengalaman belajar memiliki makna. Karena pada akhirnya, yang paling berharga dalam pendidikan bukan hanya hasil yang dicapai, tetapi juga perjalanan yang dilalui untuk mencapainya.
Pada hari ini siswa-siswi Kelas Kolaborasi bersama orang tua dan guru melaksanakan kegiatan menjenguk teman mereka, Raffa, yang sedang sakit di rumahnya. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Kegiatan menjenguk ini diawali dengan koordinasi antara wali kelas dan orang tua siswa. Dengan penuh semangat, perwakilan siswa bersama orang tua datang ke rumah Raffa untuk memberikan dukungan moral, doa, serta bingkisan sebagai tanda kasih sayang dan perhatian kepada teman yang sedang sakit.
Saat berada di rumah Raffa, para siswa menyampaikan ucapan semoga lekas sembuh dan mengajak Raffa berbincang agar tetap bersemangat. Orang tua yang turut hadir juga memberikan motivasi dan doa agar Raffa segera pulih dan dapat kembali belajar serta bermain bersama teman-temannya di sekolah.
Menurut wali kelas, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai empati, gotong royong, dan kepedulian sosial kepada siswa. Kolaborasi antara sekolah, siswa, dan orang tua menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan menjenguk Raffa, siswa belajar bahwa kepedulian terhadap sesama tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata. Kehadiran teman-teman, guru, dan orang tua diharapkan dapat memberikan semangat bagi Raffa untuk segera sehat dan kembali beraktivitas seperti biasa.
salam kolaborasi
Program Khataman Al-Qur'an Kelas Kolaborasi Ramadan merupakan kegiatan istimewa yang mempererat sinergi antara guru, wali murid, dan siswa kelas 6 dalam menghidupkan bulan suci Ramadan dengan semangat mencintai Al-Qur'an. Melalui kebersamaan dalam membaca, menyimak, dan mengkhatamkan Al-Qur'an, seluruh peserta tidak hanya berupaya meraih keberkahan Ramadan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kolaborasi dalam kehidupan sehari-hari. Program ini menjadi wadah yang menghadirkan suasana belajar yang hangat dan penuh makna, di mana keluarga dan sekolah berjalan seiring dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, cinta ilmu, serta senantiasa menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Semangat kebersamaan yang terjalin selama kegiatan ini diharapkan menjadi kenangan berharga sekaligus bekal bagi siswa dalam melanjutkan perjalanan pendidikan dan kehidupannya di masa depan.
Sosialisasi Bijak Menggunakan HP dengan Family Link merupakan kegiatan edukatif yang dilaksanakan di Perpustakaan Kelas Kolaborasi bersama guru dan orang tua murid untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendampingan penggunaan gadget pada anak. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman tentang dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan, seperti berkurangnya fokus belajar, gangguan kesehatan, kecanduan layar, serta risiko terpapar konten yang tidak sesuai usia. Selain itu, orang tua diperkenalkan dengan fitur Family Link, sebuah aplikasi yang membantu mengontrol dan memantau penggunaan perangkat digital anak, seperti mengatur batas waktu penggunaan gadget, mengelola aplikasi yang dapat diakses, memantau aktivitas digital, serta menjaga keamanan anak saat berselancar di internet. Melalui kolaborasi antara sekolah dan keluarga, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara positif untuk belajar, berkreasi, dan berkomunikasi secara bertanggung jawab.
Kelas Kolaborasi SD Muhammadiyah Bojonggede kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berpartisipasi dalam ajang Gebyar Madrasah Berprestasi (GEMAS) 2026 yang diselenggarakan oleh MTs Negeri 3 Bogor. Dalam kompetisi yang diikuti oleh berbagai sekolah dasar di wilayah Bogor tersebut, para siswa Kelas Kolaborasi menunjukkan kemampuan, semangat juang, dan kepercayaan diri yang luar biasa sehingga berhasil meraih berbagai kejuaraan. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras siswa, bimbingan guru, serta dukungan penuh dari orang tua yang senantiasa mendampingi proses belajar dan pengembangan potensi anak. Keikutsertaan dalam GEMAS tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk melatih karakter, sportivitas, kreativitas, dan keberanian siswa dalam menunjukkan kemampuan terbaiknya. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan peserta didik mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan di masa depan. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berkarya, dan mengharumkan nama sekolah di berbagai bidang
sumber : https://demokratis.co.id/torehkan-prestasi-gemilang-siswa-sd-muhammadiyah-bojonggede-borong-juara-di-ajang-gemas-mts-negeri-3-bogor-2026/
Kolaborasi Award Tahun Pelajaran 2025/2026 merupakan bentuk apresiasi kepada peserta didik yang telah menunjukkan sikap, karakter, dan prestasi terbaik selama proses pembelajaran. Penghargaan diberikan dalam berbagai kategori, antara lain Nominasi Piket Terajin, Duta Aktif Bertanya, Duta Aktif dalam Kelompok, Hafalan Al-Qur'an Terbaik, Petugas Upacara Terbaik, Duta Minat dan Bakat Bidang Olahraga, serta Duta Literasi. Selain itu, sekolah juga memberikan penghargaan kepada para juara hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Senam Indonesia Sehat sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar yang telah ditunjukkan oleh peserta didik.
Dalam pesannya, Bapak Muhamad Syarif Hidayatulloh menyampaikan bahwa seluruh nominasi dan penghargaan dinilai secara objektif melalui kolaborasi antara guru, ketua kelas, dan perwakilan kelas. Beliau berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkembang, berproses, dan memberikan yang terbaik dalam setiap perjalanan belajarnya. Setiap usaha, ketekunan, dan karakter positif yang telah ananda tunjukkan merupakan pencapaian yang patut dibanggakan dan terus ditingkatkan di masa yang akan datang.
Pada semester 1, Kelas Kolaborasi Kelas 4 mengadakan kegiatan pembelajaran bertema “Menumbuhkan Jiwa Pengusaha Sejak Dini” sebagai upaya mengenalkan konsep kewirausahaan dan literasi finansial kepada murid. Kegiatan diawali dengan penyajian studi kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Selanjutnya, murid dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi dan mengerjakan LKPD mengenai konsep finansial Spend (membelanjakan), Save (menabung), Donate (berbagi), dan Earn (menghasilkan). Melalui kegiatan kelompok, murid belajar mengorganisasikan tugas, menyampaikan pendapat, dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Selain itu, murid juga berdiskusi untuk menentukan sikap yang harus dimiliki seorang pengusaha, seperti jujur, disiplin, kreatif, tanggung jawab, percaya diri, dan pantang menyerah. Sebagai puncak kegiatan, setiap kelompok merancang ide produk yang kreatif, bermanfaat, dan efisien sesuai kebutuhan masyarakat, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
Bapak Muhammad Syarif Hidayatulloh, M.Pd, selaku wali kelas, berharap melalui kegiatan ini murid dapat semakin terampil dalam berkolaborasi dengan teman-temannya untuk memecahkan berbagai permasalahan, mengembangkan ide-ide kreatif menjadi sebuah produk yang bernilai, serta melatih kemampuan komunikasi melalui kegiatan presentasi. Beliau menyampaikan bahwa pengalaman belajar seperti ini sangat penting karena tidak hanya membantu murid memahami konsep kewirausahaan dan finansial, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan abad ke-21 yang akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan. Dengan demikian, murid diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, mampu bekerja sama, dan percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pada semester ini, Kelas Kolaborasi melaksanakan asesmen formatif menggunakan Paper Mode pada berbagai mata pelajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan memantau perkembangan belajar murid secara berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid Kelas 4 dan dilaksanakan di dalam kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Melalui media Paper Mode, guru dapat mengetahui tingkat pemahaman murid terhadap materi yang telah dipelajari sekaligus mengidentifikasi kebutuhan belajar yang perlu mendapatkan tindak lanjut.
Dalam pelaksanaannya, guru menyiapkan lembar asesmen yang berisi pertanyaan, tugas singkat, maupun aktivitas yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Murid mengerjakan asesmen tersebut secara mandiri maupun berkelompok, kemudian hasilnya digunakan sebagai bahan refleksi dan perbaikan pembelajaran. Penggunaan media ini membantu guru memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan belajar murid sehingga pembelajaran dapat dirancang lebih tepat sasaran.
Bapak Muhammad Syarif Hidayatulloh, M.Pd, selaku wali kelas, menyampaikan bahwa penggunaan Paper Mode sangat membantu guru dalam melaksanakan asesmen formatif secara lebih mudah, efektif, dan terstruktur. Menurut beliau, media ini juga memudahkan murid untuk melakukan review atau mengulang kembali materi yang telah dipelajari sehingga pemahaman mereka menjadi lebih kuat. Selain itu, penyajian asesmen yang menarik dan mudah digunakan mampu menumbuhkan antusiasme murid dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, asesmen tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang menegangkan, melainkan menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi murid.