Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:
Menceritakan kembali kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dari bacaan dan tayangan yang dipirsa secara fasih.
Mengimplementasikan teknik membaca dengan berbagai kombinasi huruf dari berbagai ragam teks secara fasih.
Memahami pengertian, ragam bentuk, informasi, dan nilai yang terkandung dalam teks sastra dan non sastra melalui teks visual.
Memecahkan permasalahan berdasarkan informasi dan nilai yang terdapat pada teks sastra dan non sastra melalui teks audiovisual.
A. Teknik Membaca dengan Berbagai Kombinasi Huruf
Membaca merupakan keterampilan penting untuk memperoleh informasi. Membaca yang baik dilakukan dengan lafal, intonasi, jeda, dan pelafalan yang tepat.
1. Kombinasi Huruf
Dalam bahasa Indonesia terdapat berbagai kombinasi huruf, antara lain:
ng ā bunga, langit, senang
ny ā nyanyi, minyak, banyak
sy ā syukur, masyarakat
kh ā khusus, akhir
ai ā pantai, sungai
au ā pulau, harimau
oi ā amboi
Contoh Bacaan
Hari Minggu keluarga Rani pergi ke pantai. Mereka menikmati indahnya ombak dan bermain pasir. Setelah selesai bermain, mereka membersihkan sampah agar pantai tetap bersih.
Latihan:
Bacalah dengan suara lantang.
Perhatikan pengucapan huruf ng, ny, ai, dan au.
Ceritakan kembali isi bacaan menggunakan bahasamu sendiri.
B. Pengertian Teks Sastra dan Non Sastra
1. Teks Sastra
Teks sastra adalah karya tulis yang menggunakan bahasa indah, imajinatif, dan mengandung pesan atau nilai kehidupan. Teks sastra bertujuan menghibur sekaligus memberikan pelajaran kepada pembaca.
Ciri-ciri Teks Sastra
Menggunakan bahasa yang menarik.
Bersifat imajinatif.
Mengandung amanat.
Tokohnya dapat berupa manusia, hewan, atau makhluk lainnya.
Memiliki alur cerita.
2. Teks Non Sastra
Teks non sastra adalah teks yang berisi fakta atau informasi nyata yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ciri-ciri Teks Non Sastra
Berdasarkan fakta.
Menggunakan bahasa yang lugas.
Bertujuan memberikan informasi.
Tidak bersifat khayalan.
Contohnya:
Berita
Artikel
Laporan
Teks ilmiah sederhana
Ensiklopedia
C. Jenis-Jenis Teks Sastra
1. Mitos
Mitos adalah cerita yang dipercaya masyarakat sejak dahulu dan berkaitan dengan dewa, makhluk gaib, atau asal-usul alam semesta.
Ciri-ciri Mitos
Berkaitan dengan kepercayaan masyarakat.
Tokohnya dewa atau makhluk gaib.
Terjadi pada masa lampau.
Mengandung nilai budaya.
Contoh
Cerita Dewi Sri sebagai dewi padi yang dipercaya membawa kesuburan.
2. Legenda
Legenda adalah cerita rakyat yang menjelaskan asal-usul suatu tempat, daerah, atau benda.
Ciri-ciri Legenda
Berkaitan dengan asal-usul suatu tempat.
Tokohnya manusia.
Mengandung unsur sejarah.
Mengandung pesan moral.
Contoh Legenda Indonesia
Legenda Danau Toba
Legenda Tangkuban Perahu
Legenda Malin Kundang
Legenda Rawa Pening
Legenda Sangkuriang
3. Dongeng
Dongeng merupakan cerita khayalan yang bertujuan menghibur dan mengajarkan nilai kehidupan.
Contohnya:
Kancil dan Buaya
Timun Mas
Bawang Merah dan Bawang Putih
4. Fabel
Fabel adalah cerita yang tokohnya berupa hewan yang bertingkah laku seperti manusia.
Contoh:
Semut dan Belalang
Kelinci dan Kura-kura
5. Cerita Rakyat
Cerita rakyat merupakan cerita yang berkembang secara turun-temurun dalam masyarakat.
Contohnya:
Jaka Tarub
Lutung Kasarung
Keong Mas
D. Teks Non Sastra (Fakta)
Teks fakta menyampaikan informasi yang benar-benar terjadi.
Contoh:
Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau. Negara ini memiliki keanekaragaman budaya, bahasa, dan suku bangsa yang sangat kaya.
Informasi yang diperoleh:
Indonesia negara kepulauan.
Memiliki banyak budaya.
Memiliki banyak bahasa daerah.
E. Informasi dalam Teks
Informasi adalah pesan yang disampaikan dalam suatu bacaan.
Cara menemukan informasi:
Membaca dengan teliti.
Menentukan ide pokok.
Menjawab pertanyaan 5W+1H (Apa, Siapa, Kapan, Di mana, Mengapa, Bagaimana).
Contoh:
Judul: Festival Budaya Nusantara
Informasi:
Diadakan setiap tahun.
Menampilkan tarian daerah.
Bertujuan melestarikan budaya Indonesia.
F. Nilai yang Terkandung dalam Teks
Setiap bacaan memiliki nilai yang dapat dijadikan pelajaran.
Nilai Moral
Mengajarkan perilaku baik.
Contoh: Menghormati orang tua.
Nilai Sosial
Mengajarkan hidup bermasyarakat.
Contoh: Gotong royong.
Nilai Budaya
Mengajarkan adat istiadat.
Contoh: Melestarikan budaya daerah.
Nilai Religius
Mengajarkan keimanan dan ketakwaan.
Contoh: Bersyukur kepada Tuhan.
G. Menceritakan Kembali Isi Bacaan
Langkah-langkah:
Membaca teks dengan saksama.
Menentukan tokoh.
Menentukan peristiwa penting.
Menentukan pesan cerita.
Menyampaikan kembali menggunakan kalimat sendiri.
H. Memahami Teks Visual
Teks visual berupa gambar, poster, infografis, komik, atau ilustrasi.
Hal yang diamati:
Judul
Gambar
Warna
Simbol
Pesan yang disampaikan
Contoh:
Poster "Buanglah Sampah pada Tempatnya"
Informasi:
Menjaga kebersihan lingkungan.
Sampah dibuang pada tempatnya.
Lingkungan menjadi sehat.
I. Memahami Teks Audiovisual
Teks audiovisual merupakan informasi yang dapat dilihat dan didengar, seperti:
Video pembelajaran
Film pendek
Animasi
Berita televisi
Dokumenter
Langkah memahami isi video:
Mengamati gambar.
Mendengarkan narasi.
Mencatat informasi penting.
Menentukan nilai yang terdapat dalam tayangan.
J. Memecahkan Permasalahan Berdasarkan Teks
Contoh Kasus
Setelah menonton video tentang kebersihan sungai, terlihat banyak warga membuang sampah ke sungai.
Permasalahan: Mengapa sungai menjadi kotor?
Penyebab:
Masyarakat membuang sampah sembarangan.
Akibat:
Sungai tercemar.
Menimbulkan banjir.
Menjadi sumber penyakit.
Solusi:
Membuang sampah pada tempatnya.
Melaksanakan kerja bakti.
Mengurangi penggunaan plastik.
Menjaga kebersihan lingkungan.
Ringkasan Materi
Membaca yang baik memerlukan pelafalan, intonasi, dan kelancaran membaca.
Kombinasi huruf seperti ng, ny, sy, kh, ai, au, oi perlu dilafalkan dengan tepat.
Teks sastra adalah teks yang bersifat imajinatif dan mengandung pesan kehidupan.
Jenis teks sastra meliputi mitos, legenda, dongeng, fabel, hikayat, cerpen, puisi, dan cerita rakyat.
Teks non sastra berisi fakta atau informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Informasi dalam teks dapat ditemukan melalui kegiatan membaca, mengamati, dan menyimak.
Setiap teks mengandung nilai moral, sosial, budaya, dan religius yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Murid perlu mampu menceritakan kembali isi bacaan, memahami isi teks visual dan audiovisual, serta memecahkan masalah berdasarkan informasi yang diperoleh.